Jajak Pendapat
bagaimana pendapat anda tentang website resmi Komisi Pemilihan Umum Kota Denpasar
Twitter
Facebook
Baca Berita

Menggugah Partisipasi Mahasiswa Berkreasi Dalam Pendidikan Pemilih

Oleh : kpudps | 06 Oktober 2016 | Dibaca : 403 Pengunjung

Pada Hari Kamis (6/10), Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Denpasar Divisi Sumber Daya Manusiadan Partisipasi Masyarakat, I Gusti Ngurah Agung Darmayuda memberikan pemaparan mengenai pentingnya partisipasi dalam mengedukasi masyarakat terutama pemilih pemula untuk menjadi pemilih cerdas. Kegiatan yang diikuti oleh Mahasiswa PKL dari STIKOM Bali ini berlangsung pukul 09.00 wita di Ruang Rapat KPU Kota Denpasar.

Rahde sapaan akrab I Gusti Ngurah Agung Darmayuda memaparkan bahwa kesuksesan Pemilu ditentukan oleh 4 (empat) faktor yaitu Regulasi, Penyelenggara, Peserta dan Pemilih. Apabila salah satu tidak mendukung maka Pemilu pun tak akan sesuai harapan.

Selain regulasi dan parpol sebagai peserta Pemilu, mindset pemilih pun selama ini menghambat tercapainya Pemilu yang demokratis. Sebagian masyarakat masih apatis dengan Pemilu. Ada diantara  mereka memilih calon bukan berdasarkan ideologi, gagasan, ide maupun program kerja yang akan diusung melainkan popularitas, primodial, penampilan serta kemampuan finansial yang mampu diberikan. Demokrasi pun menjadi semakin terpuruk. 

Sudah waktunya kita bangkit, sudah waktunya memperbaiki demokrasi di negara ini. Kebangkitan dan perubahan ini dapat dimulai dari pemilih. Pemilih memiliki peran yang sangat besar dalam Pemilu dan hasilnya. Pemilih yang “aware” terhadap Pemilu akan menggunakan hak pilihnya dengan cerdas dan kritis. Orang-orang yang baik dan berkualitas pun akan masuk dalam eksekutif serta legislatif sehingga masa depan bangsa ini menjadi lebih baik. Untuk mewujudkan hal itu, sebagai Mahasiswa IT perlu untuk berkontribusi dalam mengedukasi pemilih terutama pemilih pemula. Cara-cara konvensional dalam sosialisasi tentu sangat membosankan bagi pemilih pemula yang merupakan generasi yang serba instant dan melek teknologi. Dengan perkembangan IT saat ini, sosialisasi Pemilu akan lebih efektif menggunakan berbagai aplikasi menarik seperti dalam bentuk animasi, games dan lain-lain.

Beberapa Mahasiswa pun mnyampaikan ide-ide mereka terkait dengan Pemilu dan pendidikan pemilih. Yoga menyampaikan ide pemungutan suara dengan aplikasi layar sentuh sebagaimana pembayaran online yang tersedia di minimarket. Dengan aplikasi ini, pemilih cukup memilih pasangan calon yang tertera di layar dan hasil pilihan akan langsung di print oleh mesin berupa struk untuk selanjutnya dimasukkan dalm kotak suara. Dengan aplikasi ini, hasil pemungutan suara akan lebih akurat dan transparan. Selain Yoga, ada Krisna yang mengusulkan membuat aplikasi untuk mengecek lokasi TPS beserta jumlah pemilih. Ide ini terinspirasi dari pengalamannya kebingungan mencari lokasi TPS. Rekam jejak calon pun akan mereka jadikan bahan untuk aplikasi sehingga pemilih memperoleh informasi yang memadai.

Rahdepun meminta agar Ide-ide yang disampaikan oleh mahasiswa tersebut dapat direalisasikan selama praktek kerja di KPU Kota Denpasar mengingat waktu praktek yang lama yaitu tiga bulan. Kegiatan ini berakhir pukul 11.00 wita dengan harapan mahasiswa dapat mengamalkan dan berpartisipasi positif terhadap kemajuan demokrasi sesuai dengan keahlian mereka dapatkan di bangku kuliah. 


Oleh : kpudps | 06 Oktober 2016 | Dibaca : 403 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :