Jajak Pendapat
bagaimana pendapat anda tentang website resmi Komisi Pemilihan Umum Kota Denpasar
Twitter
Facebook
Baca Berita

FISIP GOES TO 1 (Universitas Brawijaya-KPU Kota Denpasar)

Oleh : kpudps | 03 April 2017 | Dibaca : 316 Pengunjung

Denpasar (kpudenpasarkota.go.id)- Fisip Goes To 1 “Pedagogi Demokrasi” merupakan kerjasama antara Kementrian Dalam dan Luar Negeri BEM FISIP Universitas Brawijaya (UB) dan lembaga/instansi. Dalam Fisip Goes To 1 “Pedagogi Demokrasi”, Jumat (31/3/2017) Fisip UB mengunjungi KPU Kota Denpasar dengan tujuan untuk meningkatkan pengembangan keilmuan terkait praktik pemilihan umum melalui diskusi. BEM Fisip UB diterima oleh Ketua KPU Kota Denpasar, I Gede John Darmawan di lobi pukul 09.00 wita.

Selanjutnya dipandu oleh IGusti Ngurah AgungDharmayuda (Komisioner Divisi SDM dan Partisipasi Masyrakat), Mahasiswa Fisip UB melihat-lihat Rumah Pintar Pemilu (RPP) KPU Kota Denpasar yang meliputi Ruang Display, Ruang Audio Visual dan Diskusi serta Ruang Simulasi. Pada Ruang Simulasi yang terletak di Aula KPU Kota Denpasar, mahasiswa melakukan simulasi pemungutan dan penghitungan suara di TPS. Setelah melakukan simulasi, Mahasiswa FISIP UB berdiskusi dengan Komisioner KPU Kota Denpasar tentang perkembangan Pemilu. Mengawali diskusi, John Darmawan menjelaskan secara singkat tentang kelembagaan, sejarah, jenis-jenis pemilu serta perubahan regulasi pemilu yang sedang digodok oleh legislatifsaat ini. John Darmawan pun mengungkapkan lembaga negara yang berbentuk komisi seperti KPU umumnya diisi oleh mantan aktivis mahasiswa karena dinilai memiliki idealisme yang tinggi. “KPU itu 80% diisi oleh mantan aktivis di universitasnya, ujar John”. Dilanjutkan dengan perkenalan oleh Presiden BEM Fisip UB, Zidny Ziaulhaque. Dalam perkenalannya, Zidny Ziaulhaque sekaligus menyampaikan tema diskusi yang akan mereka angka di KPU Kota Denpasar.

Ada tiga pertanyaan yang disampaikan oleh mahasiswa terkait dengan perkembangan pemilu di Indonesia selama ini seperti rencana perubahan sistem dari proporsional terbuka menjadi proporsional terbuka terbatas, peran KPU dalam memberikan pendidikan politik kepada masyarakat sejauh ini serta dinamika dalam pemilu yang ditimbulkan oleh naik turunnya jumlah partai politik dalam beberapa kali pemilu. Pertanyaan-pertanyaan tersebut pun ditanggapi secara beragam oleh Komisioner KPU Kota Denpasar. John Darmawan menjelaskan bahwa rencana perubahan sistem pemilu disebabkan oleh banyaknya fungsionaris parpol yang tidak terpilih dengan sistem proporsional terbuka tarung bebas karena elektebilitasnya rendah. Sedangkan Rahde sapaan akrab I Gusti Ngurah Agung Dharmayuda menyatakan bahwa perubahan sistem dalam pemilu dapat berdampak baik apabila parpol di Indonesia inklusif bukan oligarki sehingga calon yang terpilih merupakan kader parpol yang mumpuni tetapi kondisi oligarki parpol yang masih berlangsung saat ini tentu menjadi tidak sesuai dengan sistem proporsional terbuka terbatas. Untuk pendidikan politik keduanya menjlaskan tentang kegiatan-kegiatan KPU terutama di Kota Denpasar melalui sosialisasi ke masyarakat, kelas pemilu di SMA/SMK sebagai basis pemilih pemula serta berkolaborasi dengan dengan partai politik. Terkait dengan dinamika pemilu akibat jumlah parpol yang berfluktuasi, John Darmawan menyampaikan sebagai penyelenggara KPU tidak bermasalah dengan jumlah parpol. Fluktuasi jumlah parpol akan berpengaruh pada masyarakat, parpol yang sedikit memudahkan untuk memilih tetapi minim saluran aspirasi dan ideology. Sebaliknya parpol yang banyak menyediakan saluran aspirasi dan ideology yang lebih banyak tetapi masyarakat menjadi bingung memilih apalagi  saat pemilu surat suara sangat lebar untuk menampung jumlah parpol yang besar. “Tapi 2019 ini trend parpol sepertinya turun karena verifikasinya lebih ketat meskipun ada banyak parpol yang terdaftar di Kemenkumham, ungkap John”. Komisioner Bidang Hukum, I Made Raka Suwarna menutup jawaban dari seluruh pertanyaan mahasiswa dengan menyampaikan  bahwa kenegaraan kita masih berproses dan belum selesai tapi sayangnya bangsa kita berjalan lambat bahkan cenderung mengharapkan kemunduran. Mengakhiri diskusi BEM Fisip UB dan KPU Kota Denpasar, John Darmawan menitipkan proses demokrasi kepada mahasiswa dan berharap pertemuan ini dapat memberikan manfaat positif.

 

Keterangan Foto :

Foto 1 : Ketua KPU Kota Denpasar menerima kedatangan BEM Fisip Universitas Brawijaya

   

Foto 2 : Komisioner KPU Kota Denpasar Divisi SDM & Partisipasi Masyarakat memberikan penjelasan mengenai tata cara pemungutan suara di TPS kepada BEM Fisip Universitas Brawijaya

 

   

Foto 3 : Perwakilan BEM Fisip Universitas Brawijaya melakukan simulali pemungutan suara

 

  

            

Foto 4, 5 & 6 : Diskusi KPU Kota Denpasar & BEM Fisip Universitas Brawijaya

 

Foto 7 : Penyerahan Cinderamata dari BEM Fisip Universitas Brawijaya kepada KPU Kota Denpasar

 

 

Foto 8 : Foto bersama antara KPU Kota Denpasar dengan BEM Fisip Universitas Brawijaya


Oleh : kpudps | 03 April 2017 | Dibaca : 316 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :