Jajak Pendapat
bagaimana pendapat anda tentang website resmi Komisi Pemilihan Umum Kota Denpasar
Twitter
Facebook
Baca Berita

Simulasi Pemungutan Suara, FISIP UNUD Gandeng KPU Kota Denpasar

Oleh : kpudps | 02 Agustus 2017 | Dibaca : 29 Pengunjung

Denpasar, kpu-denpasarkota.go.id- Rabu (2/8/17), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana (FISIP UNUD) mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat di SMA Negeri 8 Denpasar dengan mengundang KPU Kota Denpasar sebagai narasumber. Kegiatan yang dilakukan di Ruang Lab Biologi SMAN 8 Denpasar ini diikuti oleh siswa/siswi kelas XII IPA 8. Ketua Program Studi Ilmu Politik FISIP UNUD, Andreas Noah memberikan sambutan diawal acara dengan menyampaikan beberapa hal terkait demokrasi. Dilanjutkan dengan sambutan Ketua KPU Kota Denpasar, I Gede John Darmawan yang menyinggung pemilu sebagai bagian dari demokrasi.

Selanjutnya, I Gusti Ngurah Agung Dharmayuda selaku Anggota KPU Kota Denpasar Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat memaparkan tentang sejarah pemilu, penyelenggara, pemilih, proses pemungutan suara serta persoalan-persoalan yang menyebabkan minimnya partisipasi masyarakat dalam pemilu. Pada akhir pemaparannya, Rahde sapaan akrab I Gusti Ngurah Agung Dharmayuda mengharapkan para siswa dapat menggunakan hak pilihnya dalam pemilu dengan baik sehingga pemimpin yang terpilih pun yang terbaik. “Kalian semua orang baik gunakan hak pilih dengan baik dan jadikan orang-orang baik sebagai pemimpin”, seru Rahde.

Mengingat siswa Kelas XII ini merupakan calon pemilih atau yang diistilahkan pemilih pemula, FISIP UNUD dan KPU Kota Denpasar pun mengadakan simulasi pemungutan suara. Dengan adanya simulasi pemungutan suara para siswa akan mengetahui tata cara menggunakan hak pilihnya. Simulasi diawali dengan penyangan video proses pemungutan dan penghitungan suara. Setelah para siswa mendapat gambaran singkat proses pemungutan suara, mereka pun mensimulasikannya. Setelah melihat simulasi beberapa siswa mengajukan pertanyaan, seperti bagaimana surat suara disebut sah/tidak sah, dimana bisa memperoleh C6, mengapa orang yang sama bisa mendapat C6 dari dua tempat yang berbeda dan bagaimana jika harus memilih di luar negeri,. Rahde pun menanggapi dan mengapresiasi seluruh pertanyaan tersebut.

Selain proses pemungutan suara,  ada pula yang menanyakan tentang sistem voting yang digunakan dalam pemilu saat ini terkait asas musyawarah mufakat, efek publikasi rekam jejak (track record) calon terhadap minimnya partisipasi masyarakat, serta ide pemilu online untuk efisiensi anggaran. Andreas Noah dan John Darmawan menanggapi dan mengapresiasi pertanyaan-pertanyaan siswa SMA yang mereka nilai berbobot tersebut.

Pada akhir kegiatan Andreas Noah pun menyampaikan pesan bagi para siswa. “Kematangan demokrasi akan membawa kesejahteraan, 2045 Indonesia diprediksikan akan mencapainya dan semua itu ada di tangan kalian generasi muda maka berikan yang terbaik bagi kesejahteraan bangsa ini, anak cucu kalian kelak, ujar Andreas.

Sedangkan terkait dengan pemilu, John Darmawan berharap para siswa tidak hanya bisa mengkritik kelemahan pemilu selama ini tapi dapat menggunakan hak pilih dengan cerdas dan benar sehingga besarnya anggaran yang dikeluarkan dalam pemilu menjadi bermanfaat bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. (dm/sm/ppidkpudps)


Oleh : kpudps | 02 Agustus 2017 | Dibaca : 29 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :