Jajak Pendapat
bagaimana pendapat anda tentang website resmi Komisi Pemilihan Umum Kota Denpasar
Twitter
Facebook
Baca Berita

KPU Denpasar dan KPU Padang Sharing Pengalaman Selenggarakan Pemilu

Oleh : kpudps | 16 Agustus 2017 | Dibaca : 129 Pengunjung

Denpasar, kpu-denpasarkota.go.id- Posisi strategis Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Denpasar di jantung Propinsi Bali dengan dinamika persoalan kepemiluannya menarik banyak KPU dari luar Bali untuk berkunjung. Hampir setiap tahun KPU Kota Denpasar menerima kunjungan dari KPU lainnya diluar Bali.  Selasa (15/8/17), KPU Kota Denpasar kembali menerima kunjungan. Kali ini dari KPU Kota Padang yang berjumlah 7 orang.   

Ketua KPU Kota Denpasar, I Gede John Darmawan menerima rombongan KPU Kota Padang di Ruang Rapat pukul 14.50 wita. Dalam kunjungannya, Ketua KPU Kota Padang Muhammad Sawati menyampaikan tujuan kunjungan mereka untuk menambah pengalaman tentang penyelenggaraan pemilu. Seluruh komisioner pada KPU Kota Padang baru menjabat satu periode sehingga harus banyak belajar untuk menyukseskan pemilu. Oleh karena itu, menyongsong Pilkada Kota Padang mereka membagi diri menjadi 3 tim untuk berkunjung ke KPU Kota Denpasar, Kota Mataram dan Kota Makasar. Dengan harapan mendapat banyak pengalaman dari KPU-KPU tersebut untuk mengatasi persoalan dalam pemilu khususnya Pilkada di tingkat kotamadya.

Ada 3 persoalan penting yang dibahas oleh KPU Kota Padang dalam kunjungan ini yaitu sulitnya mendapat data pemilih yang valid, tingkat partisipasi pemilih yang rendah, serta partisipasi instansi dan lembaga strategis yang rendah. “Itu semua juga jadi persoalan kami di Denpasar”, ujar John. John Darmawan pun menjelaskan data pemilih yang valid memang susah didapat apalagi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) sekarang tidak bisa sembarangan mengeluarkan data. Tapi KPU Kota Denpasar telah berkoordinasi dengan Disdukcapil dan akan diberikan data secara informal. Selanjutnya John Darmawan menyampaikan tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada Kota Denpasar Tahun 2015 juga jauh dari target dan lebih rendah dari  Pileg maupun Pilpres 2014. Tetapi setelah dilakukan riset, ternyata kinerja dan elektebilitas calon yang bertarung sangat berpengaruh terhadap partisipasi pemilih. Untuk persoalan partisipasi pemilih yang terkait dengan penyelenggaraan kita bisa benahi tapi pandangan masyarakat tentang calon pemimpin mereka itu yang sulit. Terkait rendahnya partisipasi instansi dan lembaga strategis, KPU Kota Denpasar mengantisipasinya dengan mengadakan MoU sebelum pelaksanaan pemilu. Dengan demikian ada dasar tertulis dan mengikat yang memudahkan KPU Kota Denpasar bekerjasam dengan instansi dan lembaga tersebut.

Di akhir kunjungan,  Muhammad Sawati menyampaikan kebahagiaannya atas kesediaan KPU Kota Denpasar berbagi pengalaman tentang penyelenggaraan pemilu yang bermanfaat dan mampu menjawab persoalan-persoalan KPU Kota Padang. (dm/ppidkpudps)


Oleh : kpudps | 16 Agustus 2017 | Dibaca : 129 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :