Jajak Pendapat
bagaimana pendapat anda tentang website resmi Komisi Pemilihan Umum Kota Denpasar
Twitter
Facebook
Baca Berita

Meyongsong Pemilukada Sehat dan Berkualitas 2015

Oleh : kpudps | 04 Maret 2015 | Dibaca : 2921 Pengunjung

Pemilhan Umum (pemilu) adalah sarana penyaluran hak konstitusi rakyat untuk menentukan masa depannya dalam berbangsa dan bernegara. Pemilu sebagai mekanisme mewujudkan prinsip kedaulatan rakyat. Pemilu adalah jembatan aspirasi menuju perbaikan bangsa. Melalui pemilu pemilih tidak hanya memilih calon penyelenggara Negara, tetapi juga memilih program kerja, visi, dan misinya yang menjadi kebijakan pemerintahan dimasa yang akan datang. Jadi tujuan pemilu adalah jembatan emas munuju perbaikan bangsa dengan memilih penyelenggara Negara yang sesuai dengan kehendak rakyat yang dapat menjamin terselengaranya pemerintahan yang sesuai dengan kehendak rakyat. Jika hal itu tidak tercapai maka pemilu hanyalah sebuah mekanisme yang harus berjalan sesuai siklus lima tahunan, sebagai sarana legitimasi pemegang kekuasaan lima tahun kedepan.

Dinamika Demokrasi

Sabagai anak bangsa perlu menyadari bahwa perjalan demokrasi bukanlah statis, masih banyak kesempatan untuk memperbaikinya karena demokrasi bukanlah sistem tertutup. Perjalanan kemajuan masyarakat akan terus mengiringi perkembangan demokrasi seiring dengan perkembangan masyarakat. Segala keinginan untuk memperbaiki demokrasi harus terus dikembangkan karena itu kritik terhadap demokrasi senantiasa diperlukan demi perbaikan pelaksanaan demokrasi itu sendiri. Proses demokrastisasi yang telah dijalani selama ini senantiasa membutuhkan partisipasi positif untuk terus dievaluasi dan disempurnakan, apakah demokrasi telah berjalan sesuai dengan tujuan demokrasi itu sendiri yaitu untuk kesejahteraan masyarakat yang lebih baik sesuai dengan kehendak rakyat dan diarahkan untuk kepentingan rakyat.

Pemilu yang Sehat dan Berkualitas

Pemilu yang sehat dan berkualitas diawali kesadaran bahwa pemilu memiliki arti penting sebagai salah satu prosedur utama dalam berdemokrasi. Dalam sistem demokrasi modern kedaulatan rakyat hanya bisa dikelola secara optimal melalui lembaga perwakilan. Oleh karena itu arti penting pemilu yang utama adalah sarana untuk mewujudkan kedaulatan rakyat. Dalam pemilu rakyat memilih wakil-wakilnya yang diharapkan dapat memperjuangkan aspirasi dan kepentingan mereka. Dalam pengertian khusus, yakni demokrasi sebagai tata cara pemerintahan, pemilu adalah cara yang paling praktis untuk menjamin terwujudnya hak rakyat secara sepadan. Dengan pemilu setiap orang memiliki hak yang sama untuk dipilih dan memilih, sejauh memunuhi persyaratan tertentu.

Dalam pemilu berkualitas, warga Negara harus bebas dalam mengekspresikan hak-hak dasarnya, bukan hanya bebas, tetapi warga Negara yang memenuhi hak pilih harus bisa menentukan pilihannya secara mandiri, tanpa ada paksaan dan tekanan dari pihak manapun, bahkan keluarga.

Dari sisi pihak yang dipilih, pemilu yang berkualitas harus menjamin kompetisi yang adil. Pemilu harus memberi peluang bagi semua partai politik dan kandidat yang terlibat untuk berkompetisi dalam memperebutkan jabatan pemerintahan secara adil dan tidak melibatkan penggunaan daya paksa. Pemilu yang berkualitas harus bebas dari praktik-praktik rekayasa dan manipulasi, mulai dari masa pendaftaran pemilih, pelaksanaan kampanye, sampai dengan perhitungan suara.

Pentingnya Partisipasi Pemilih

Mengapa tingkat partisipasi pemilih itu menjadi penting:

Pertama, partisipasi yang seluas-luasnya dalam pemilu menjadikan pemilu mampu memberikan hasil yang paling sesuai  degan keadaan yang sesungguhnya  dalam masyarakat. Karena diharapkan semakin tinggi partisipasi masyarakat semakin representatif hasil pemilu. Jadi hasil pemilu lebih mewakil banyak orang dari pada jika hanya golongan tertentu yang ikut memilih.

Kedua, pengawasan yang terus-menerus oleh seluruh masyarakt akan turut mencegah munculnya penyimpangan dalam pemilu. Persaingan dalam pemilu itu sangat kuat, hal ini mendorong kecurangan dan penyimpangan, karena orang ingin memperoleh suara yang sebanyak-banyaknya, kecendrungan itu dapat diminimalisir bila ada pengawasan oleh masyarakat.

Ketiga, partisipasi aktif dalam pemilu adalah sarana pendidikan politik yang paling efektif bagi masyarakat . Dalam pemilu, aktifitas politik meningkat sangat pesat. Masyarakat dapat secara aktif memperlajari pengetahuan pengetahuan politik baru. Pengetahuan politik yang luas ini adalah salah satu aspek penting bagi masyarakat untuk mewujudkan sistem politik yang lebih demokratis dan lebih berkualitas.

Kehadiran pemilih yang cerdas berdemokrasi menjadi satu kunci untuk meningkatkan kualitas pemilu dan demokrasi. Pemilih cerdas berdemokrasi adalah ketika pemilih memahami demokrasi, kritis terhadap praktek demokrasi dan terampil dalam memperjuangkan kepentingan politik publik.

Menyongsong Pemilukada Sehat dan Berkualitas 2015

Semua pihak berkepentingan mewujudkan pemillu yang sehat berkualitas. Kualitas pemilu ditentukan oleh kita semua sebagai pendukung demokrasi. Pemilu yang bermanfaat bagi demokrasi adalah pemilu yang berkualitas. Semua pihak membutuhkan pemilu berkualitas. Pemerintah, lembaga perwakilan rakyat maupun kita sebagai warga Negara.  Secara jangka panjang, pemilu yang berkualitas juga memperkokoh legitimasi demokrasi, dimana masyarakat dan semua aktor politik semakin percaya bahwa demokrasi adalah system politik yang paling benar dan tepat bagi masyarakat. Harapan itu bukan hal yang mustahil untuk kita rengkuh asal ada kesadaran kolektif memperbaiki hal yang kurang, sembari mempertahankan hal yang baik dari praktik demokrasi kita.

Harapan kita pada pemilukada 2015 agar penyelenggaraan pemilu yang berkualitas tercapai maka komponen-komponen pemilu berlaku: Pertama, kelembagaan penyelenggara pemilu  beserta jajarannya adalah orang-orang yang memiliki integritas, kapasitas, dan kapabilitas yang baik yang selalu perpegang teguh pada koridor hukum yang berlaku saat ini; Kedua,  kelengkapan pengaturan, system dan mekanismenya dalam hal ini perangkat Undang-Undang Pemilu serta Peraturan-Peraturan KPU yang menyertainya dapat dilaksanakan dengan baik oleh seluruh komponen masyarakat dan memenuhi rasa keadilan masyarakat; Ketiga, kesiapan peserta dalam hal ini partai politik dan perseorangan yang telah memenuhi ketentuan dalam Undang-undang memiliki tanggung jawab untuk ikut serta membangun pendidikan politik masyarakat agar lebih baik dan menjauhkan praktik-praktik kotor seperti politik uang, mobilasi masa yang mengarah anarkis, serta menempatkan kepentingan bangsa dan Negara di atas kepentingan pribadi atau golongan; Keempat, kematangan masyarakat sebagai pemilih dalam pemilu yaitu kepada masyarakat calon pemilih diharapkan untuk meningkatkan partisipasi dalam setiap tahapan pemilu terutama dari tahapan pemutahiran data pemilih sampai dengan sosialisasi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilu. Memantau dan menilai secara aktif setiap calon pemimpin serta visi dan misinya agar diperoleh pemimpin yang benar-benar memiliki kapasitas, kapabilitas, serta integritas yang dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu semua komponen agar tetap menjaga suasana tetap kondisif sehingga semua proses berjalan aman sesuai dengan yang diharapkan. 

Oleh: I G N Agung Darmayuda, ST., MM.

(Disampaikan saat seminar Pendidikan Politik Pemilih Pemula 3 Maret 2015)


Oleh : kpudps | 04 Maret 2015 | Dibaca : 2921 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :